Thursday, December 5, 2013

DKI Jakarta dari sisi Christaller

Kota Jakarta merupakan Ibu kota Indonesia yang tergolong dalam Kota Megapolitan, dimana letaknya berada pada bagian barat Pulau Jawa.  Secara Geografis, sebelah utara berbatasan langsung dengan pulau Jawa, sebelah barat berbatasan dengan Kotamadya dan KabupatenTanggerang. Bagian Selatan berbatasan dengan kotamadya Depok dan Kabupaten Bogor, kemudian sebelah timur berbatasan dengan Kotamadya dan Kabupaten bekasi.
Berdasarkan Dinas Tata Kota DKI Jakarta tahun 1955, jakarta termasuk dalam satuan morfologi 0-0,5 % dan ketinggian kurang dari 10 meter dari permukaan pantai hingga 70 meter dibagian selatan Jakarta mendekati Bogor. Luas wilayah DKI Jakarta menurut SK Gubernur Nomor 171 tahun 2007 adalah sebesar 662,33 KM2 untuk daratan dan 6.977,5 km2 untuk lautan termasuk pulau-pulau kecil DKI Jakarta.
Jumlah Penduduk di DKI jakarta  selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan sensus penduduk lima tahuna, jumlah penduduk 200, 2005, 2010 adalah 8.361.000 jiwa, 8.860.000 jiwa, dan 9.588.200 jiwa.  Kota DKI jakarta selalu mengalami kenaikan secara terus menerus. Pada tahun 2010 DKI jakarta mengalami keaikan dengan kepadatan penduduk 13.925 km2 .
Perkonomian DKI Jakarta dilihat dari PDRB-nya, sektoryang paling mendominasi adalah sektor perdagangan dan jasa, yaitu sekitar Rp. 239,16 triliun, Kemudian diikuti oleh perhotelan sekitar Rp.178,40 Triliun. Tercermin dari struktur perekonomian jakarta, sekitar 71, 27 persen PDRB yang berasal dari sektor tersier. Sedangkan 28,80 persen berasal dari sektor industri pengolahan. 
Dengan Perkembangan DKI Jakarta dari tahun ke tahun dapat menggambarakan suatu struktur ruang yang khas. Hal ini sesuai dengan teori perkembangan Kota yaitu Teori Chritaller yang menyatakan beberapa asumsi, konsep dan bentuk pusat pemukiman Kota. Jika direlasikan dengan Kota Jakarta, Ada beberapa asumsi yang relevan dan ada yang tidak. Adapun Asumsi tersebut
1) Christaller menyatakan bahwa sistem keruangan yang optimum berbentuk Heksagonal dengan daerah pusat pelayanannya berda pada bagian tengah. Hal ini hampir sama dengan posisi kota Jakarta dalam melayani daerah hiterlandnya. Sebagai pola dengan hirarki k=3 atau pusat pasar optimal, Jakarta sangat memenuhi. Semua kebutuhan barang dan jasa sangat digantungkan pada Jakarta.
                   
                                     Sumber : Googlemap.com
Gambar 1 : Peta pusat kota Jakarta
Seperti terlihat pada gambar peta diatas, jakarta pusat merupakan daerah pertumbuhan yang paling pesat dibandingkan dengan daerah lainnya. Karena terdapat pasar tanah abang. Di daerah ini yang paling mendominasi yaitu pusat aktivitas perbelanjaan dan terjadi proses distribusi ke daerah-daerah hiterland, bahkan hingga ke luar daerah jakarta, yaitu BOTABEK.
       Sebagai Pola dengan hirarki K=4 yaitu pusat pelayanan lalulintas di kota jakarta sudah sangat optimal. Dengan adanya beragam jenis transportasi sehingga mmenuhi pelayanan baik daerah inti hingga ke daerah hiterland. Contoh realnya yaitu kereta api yang sudah mencakaup daerah JABOTABEK.
Untuk hirarki K=7 atau pusat adaministrasi yang optimal, teori christaller tidak relevan secara administratif di Kota jakarta. Kota Jakarta merupakan Ibukota Indonesia, sehingga pusat pemerintahan dan pengawasan terdapat di Kota Jakarata. Walaupun untuk daerah provinsi lainnya sudah ada otonomi daerah yang juga mempunyai pusat pelayanan sendiri, namun masih tetap dapat pengawasan dari kota Jakarta.
2)    Menurut Christaller jangkauan (Range) suatu barang ditentukan oleh jarak yang dinyatakan dalam biaya dan waktu. Semakin jauh jarak maka barang tersebut semakin tidak terjangkau. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, teknologi semakin jauh, sehingga jarak semakin tidak berarti lagi. Pada kenyataan, teknologi di kota Jakarta dalam bidang transportasi-pun sangat maju. Sehingga dalam memenuhi barang dan jasa di kota Jakarta, daerah di sekitarnya sangat mudah dalam menjangkaunya. Karena kemajuan teknologi menawarkan berbagai macam kemudahan dan juga murah.
3)  Menurut Christaller konsumen memilih tempat pusat yang paling dekat untuk mendapatkan barang dan jasa. Pada kenyataanya, kota jakarta merupakan kota dengan persebaran ekonomi yang merata dan tumbuh. Terdapat banyak pusat-pusat kecil yang juga melayani daerah sekitarnya. Dalam keseharianya, terjadi pergerakan dalam hal ketenagakerjaan dari daerah luar jakarta ke kota Jakarta (seperti BOTABEK dan kepualauan seribu). Hal ini diakibatkan karena posisi kota Jakarta sangat dekat dengan derah tersebut.
4)  Kota Jakarta merupakan daerah dengan topografi yang datar, dengan tingkat kelerengannya berada pada 0-0,5 %. Hal ini sesuai dengan teorinya Christaller yang menyatakan bahwa Wilayah tersebut adalah suatu daratan yang rata-rata, mempunyai ciri-ciri ekonomis sama dan penduduknya juga tersebar merata. Struktur ekonomi hampir di seluruh daratan kota Jakarta bersifat Homogen dan merata. Yaitu kota dengan pusat pelayan dan jasa serta industri Pengolahan.


REFERENSI
Khosim, Amir dan Kun M.L. 2005. Geografi Untuk anak SMA”. Grasindo
http://repository.ipb.ac.id dalam google.com, unduh tanggal 2 desmber 2013
http://phiihostaa.blogspot.com dalam google.com, unduh tanggal 2 desmber 2013
Dinastatakotadkijakarta.co.id dalam google.com, unduh tanggal 2 desmber 2013
http://ifatrah.blogspot.com dalam google.com, unduh tanggal 2 desmber 2013

No comments:

Post a Comment