Kota Jakarta merupakan Ibu
kota Indonesia yang tergolong dalam Kota Megapolitan, dimana letaknya berada
pada bagian barat Pulau Jawa. Secara
Geografis, sebelah utara berbatasan langsung dengan pulau Jawa, sebelah barat
berbatasan dengan Kotamadya dan KabupatenTanggerang. Bagian Selatan berbatasan
dengan kotamadya Depok dan Kabupaten Bogor, kemudian sebelah timur berbatasan
dengan Kotamadya dan Kabupaten bekasi.
Berdasarkan Dinas Tata Kota
DKI Jakarta tahun 1955, jakarta termasuk dalam satuan morfologi 0-0,5 % dan
ketinggian kurang dari 10 meter dari permukaan pantai hingga 70 meter dibagian
selatan Jakarta mendekati Bogor. Luas wilayah DKI Jakarta menurut SK Gubernur
Nomor 171 tahun 2007 adalah sebesar 662,33 KM2 untuk daratan dan
6.977,5 km2 untuk lautan termasuk pulau-pulau kecil DKI Jakarta.
Jumlah Penduduk di DKI
jakarta selalu mengalami peningkatan
dari tahun ke tahun. Berdasarkan sensus penduduk lima tahuna, jumlah penduduk
200, 2005, 2010 adalah 8.361.000 jiwa, 8.860.000 jiwa, dan 9.588.200 jiwa. Kota DKI jakarta selalu mengalami kenaikan
secara terus menerus. Pada tahun 2010 DKI jakarta mengalami keaikan dengan
kepadatan penduduk 13.925 km2 .
Perkonomian DKI Jakarta
dilihat dari PDRB-nya, sektoryang paling mendominasi adalah sektor perdagangan
dan jasa, yaitu sekitar Rp. 239,16 triliun, Kemudian diikuti oleh perhotelan
sekitar Rp.178,40 Triliun. Tercermin dari struktur perekonomian jakarta,
sekitar 71, 27 persen PDRB yang berasal dari sektor tersier. Sedangkan 28,80
persen berasal dari sektor industri pengolahan.
Dengan Perkembangan DKI Jakarta dari tahun ke tahun dapat menggambarakan suatu struktur ruang yang khas. Hal ini sesuai dengan teori perkembangan Kota yaitu Teori Chritaller yang menyatakan
beberapa asumsi, konsep dan bentuk pusat pemukiman Kota. Jika direlasikan
dengan Kota Jakarta, Ada beberapa asumsi yang relevan dan ada yang tidak.
Adapun Asumsi tersebut
1) Christaller menyatakan
bahwa sistem keruangan yang optimum berbentuk Heksagonal dengan daerah pusat
pelayanannya berda pada bagian tengah. Hal ini hampir sama dengan posisi kota
Jakarta dalam melayani daerah hiterlandnya. Sebagai pola dengan hirarki k=3
atau pusat pasar optimal, Jakarta sangat memenuhi. Semua kebutuhan barang dan
jasa sangat digantungkan pada Jakarta.
Gambar 1 : Peta pusat kota Jakarta
Seperti
terlihat pada gambar peta diatas, jakarta pusat merupakan daerah pertumbuhan
yang paling pesat dibandingkan dengan daerah lainnya. Karena terdapat pasar
tanah abang. Di daerah ini yang paling mendominasi yaitu pusat aktivitas
perbelanjaan dan terjadi proses distribusi ke daerah-daerah hiterland, bahkan
hingga ke luar daerah jakarta, yaitu BOTABEK.
Sebagai
Pola dengan hirarki K=4 yaitu pusat pelayanan lalulintas di kota jakarta sudah
sangat optimal. Dengan adanya beragam jenis transportasi sehingga mmenuhi
pelayanan baik daerah inti hingga ke daerah hiterland. Contoh realnya yaitu
kereta api yang sudah mencakaup daerah JABOTABEK.
Untuk
hirarki K=7 atau pusat adaministrasi yang optimal, teori christaller tidak
relevan secara administratif di Kota jakarta. Kota Jakarta merupakan Ibukota
Indonesia, sehingga pusat pemerintahan dan pengawasan terdapat di Kota
Jakarata. Walaupun untuk daerah provinsi lainnya sudah ada otonomi daerah yang
juga mempunyai pusat pelayanan sendiri, namun masih tetap dapat pengawasan dari
kota Jakarta.
2) Menurut Christaller
jangkauan (Range) suatu barang ditentukan oleh jarak yang dinyatakan dalam
biaya dan waktu. Semakin jauh jarak maka barang tersebut semakin tidak
terjangkau. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, teknologi semakin jauh,
sehingga jarak semakin tidak berarti lagi. Pada kenyataan, teknologi di kota
Jakarta dalam bidang transportasi-pun sangat maju. Sehingga dalam memenuhi
barang dan jasa di kota Jakarta, daerah di sekitarnya sangat mudah dalam
menjangkaunya. Karena kemajuan teknologi menawarkan berbagai macam kemudahan
dan juga murah.
3) Menurut Christaller
konsumen memilih tempat pusat yang paling dekat untuk mendapatkan barang dan
jasa. Pada kenyataanya, kota jakarta merupakan kota dengan persebaran ekonomi
yang merata dan tumbuh. Terdapat banyak pusat-pusat kecil yang juga melayani
daerah sekitarnya. Dalam keseharianya, terjadi pergerakan dalam hal
ketenagakerjaan dari daerah luar jakarta ke kota Jakarta (seperti BOTABEK dan
kepualauan seribu). Hal ini diakibatkan karena posisi kota Jakarta sangat dekat
dengan derah tersebut.
4) Kota Jakarta merupakan
daerah dengan topografi yang datar, dengan tingkat kelerengannya berada pada
0-0,5 %. Hal ini sesuai dengan teorinya Christaller yang menyatakan bahwa Wilayah
tersebut adalah suatu daratan yang rata-rata, mempunyai ciri-ciri ekonomis sama dan
penduduknya juga tersebar merata. Struktur ekonomi hampir di seluruh daratan
kota Jakarta bersifat Homogen dan merata. Yaitu kota dengan pusat pelayan dan
jasa serta industri Pengolahan.
REFERENSI
Khosim,
Amir dan Kun M.L. 2005. Geografi Untuk
anak SMA”. Grasindo
http://repository.ipb.ac.id
dalam google.com, unduh tanggal 2 desmber 2013
http://phiihostaa.blogspot.com
dalam google.com, unduh tanggal 2 desmber 2013
Dinastatakotadkijakarta.co.id
dalam google.com, unduh tanggal 2 desmber 2013
http://ifatrah.blogspot.com
dalam google.com, unduh tanggal 2 desmber 2013

No comments:
Post a Comment